Senin, 18 September 2023, Aula Kampus 1 Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar dipenuhi antusiasme puluhan mahasiswa Gen-Z dalam Workshop dan Karir Kewirausahaan bertajuk
“Personal Branding dan Teknik Komunikasi Era Digital dalam Rangka Memasuki Dunia Usaha dan Industri (DUDI)”
Acara dibuka oleh Wakil Rektor III UNU Blitar,Ardhi Sanwidi., yang menyambut positif sinergi antara akademisi, pelaku usaha, dan penyelenggara pemilu. “Di tengah dinamika digital dan tantangan politik menjelang Pemilu 2024, kemampuan branding dan komunikasi menjadi keterampilan wajib,” ujarnya.
Narasumber pertama berasal dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Blitar, yaitu Ibu Siti Rahmah,S.E.,M.M., yang memaparkan:

Gambar (1) Ibu Siti Rahmah,S.E.,M.M.menjelaskan materi
Proses Pemilu 2024 – tahapan, jadwal, dan pentingnya kesadaran demokrasi di kalangan muda.
Strategi Komunikasi Publik – bagaimana KPU memanfaatkan media sosial, video pendek, dan infografis untuk menjangkau pemilih pemula.
Kritis Digital – tips mengenali hoaks dan kampanye negatif di platform daring.
Pada sesi kedua, perwakilan HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) Cabang Blitar, Bapak Ahmad Yusuf, S.Sos., membimbing mahasiswa dalam membangun personal branding sebagai calon wirausahawan:

Gambar (2) Bapak Ahmad Yusuf, S.Sos.,menjelaskan materi tentang membangun personal branding
Menemukan nilai unik diri sebagai “produk” yang layak diperkenalkan ke pasar.
Menggunakan kanal digital (Instagram, LinkedIn, YouTube) untuk mempresentasikan portofolio dan keberhasilan mikro.
Teknik storytelling singkat: meramu kisah perjalanan usaha menjadi konten menarik.
Workshop menjadi interaktif saat para peserta melakukan praktik langsung:
Kelompok A mempresentasikan elevator pitch bisnis mikro mereka dalam 60 detik.
Kelompok B membuat desain konten infografis “Pentingnya Partisipasi Pemilih Muda” dengan tools gratis.
Antusiasme mahasiswa terlihat dari diskusi hangat dan sesi tanya jawab yang meluber hingga waktu istirahat. Menutup acara, Kepala Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Dr. Bagus Waluyo, S.Pd., M.Pd., berpesan:
“Keseimbangan antara jiwa kewirausahaan dan kesadaran berbangsa akan membentuk generasi profesional yang berdaya saing tinggi—baik di DUDI maupun dalam demokrasi.”
Acara ditutup dengan penyerahan e-sertifikat kepada peserta dan foto bersama, sekaligus harapan agar ilmu yang didapat segera diaplikasikan dalam proyek nyata, baik usaha mandiri maupun kampanye positif di lingkungan kampus dan masyarakat.






Tinggalkan komentar