
Blitar, Jawa Timur — Tim pengabdian masyarakat dari Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar menyelenggarakan workshop kesenian Reog Bulkiyo di Desa Kemloko, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat yang didanai melalui hibah dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi sebesar Rp34.350.000.
Workshop ini bertujuan untuk memperkuat eksistensi kesenian Reog Bulkiyo sebagai salah satu warisan budaya tak benda yang berasal dari Blitar. Dengan mengusung strategi bilingual dan pendekatan pemasaran digital, tim pengabdian UNU Blitar berharap Reog Bulkiyo dapat dikenal lebih luas, termasuk di kancah internasional.
Kegiatan diawali dengan penampilan pertunjukan Reog Bulkiyo yang sarat akan nilai-nilai budaya dan sejarah. Kepala Desa Kemloko, Miftakul Choiri, menyampaikan apresiasi terhadap UNU Blitar yang telah menggagas program ini. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya berdampak pada pelestarian budaya, tetapi juga membuka peluang promosi global bagi seni lokal.
“Saya sangat mengapresiasi workshop ini. Hibah pengabdian ini memberikan peluang besar agar Reog Bulkiyo bisa dikenal di tingkat nasional hingga internasional,” ujarnya.
Sementara itu, pemerhati budaya Reog Bulkiyo, Nasrodin, mengusulkan agar kesenian ini dijadikan ekstrakurikuler wajib di sekolah-sekolah di wilayah Blitar sebagai langkah strategis regenerasi pelaku seni dan pelestarian budaya.
Reog Bulkiyo sendiri merupakan satu-satunya jenis reog yang berasal dari Desa Kemloko. Tarian ini menceritakan perjalanan seorang pangeran dari Mesir dalam pencarian jati diri dan diciptakan oleh pasukan Pangeran Diponegoro yang menetap di Blitar setelah Perang Jawa. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menetapkan Reog Bulkiyo sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia.
Melalui workshop ini, UNU Blitar membuktikan komitmennya dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, sekaligus membawa kesenian lokal menuju panggung global.






Tinggalkan komentar